Dec 14

97 Rumah di Kecamatan Parakan Diterjang Hujan dan Puting Beliung

putingbliung

Hujan deras disertai angin kencang dan puting beliung, Sabtu (28/11) petang kemarin, menyebabkan 97 rumah di empat desa yang ada di wilayah Kecamatan Parakan rusak. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, hanya saja diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Parakan AKP Setyo Budi Waspada menyebutkan, puluhan rumah yang mengalami kerusakan terdapat di empat desa yakni, Desa Mandisari, Traji, Tegalroso dan Kelurahan Parakan wetan. Rata-rata kerusakan pada bagian atap rumah.

Ia menyebut, kerusakan paling parah terjadi di Desa Mandisari, yakni Posyandu dan gudang tembakau yang terbuat dari papan dan seng. Keduanya rata dengan tanah, setelah di terjang angin puting beliung pada Sabtu petang kemarin.

“Dua bangunan itu rata dengan tanah, kalau yang lainnya meskipun parah tidak sampai ambruk, rata-rata kerusakan pada atap rumah,” terangnya.

Selain menyebabkan kerusakan rumah, angin puting beliung itu juga menyebabkan puluhan pohon perindang di wilayah kota Parakan dan jalan menuju ke Kecamatan Bansari roboh. Beruntung saat tumbang, pohon tidak sampai menimpa penguna jalan.

“Jaringan listrik juga padam, tapi tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Ia menuturkan, sementara data yang masuk dari empat desa tersebut, terdapat 97 rumah yang mengalami rusak. 8 rumah dari 2 desa tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah sementara lainnya mengalami kerusakan sedang.

“Ini data sementara, bisa jadi akan bertambah jika semua data sudah masuk,” tutupnya.

Sementara itu Putri Ayu Nastiti (31) warga Kelurahan Parakan Wetan menuturkan, sebelum angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Parakan, kondisi langit sangat hitam, kemudian datang angin.

“Awalnya anginya tidak terlalu kencang, tapi lama-kelamaan angin yang bertiup sangat kencang,” ceritanya.

Tak lama kemudian lanjutnya, hujan deras menguyur, di beberapa desa di Kecamatan Parakan juga terjadi hujan es. Hujan tersebut disertai dengan angin yang sangat kencang.

Widodo (41) warga Desa Mandisari Kecamatan Parakan, menuturkan, kerusakan pada rumahnya cukup parah, sebab sebagian rumahnya tertimpa bangunan gudang tembakau yang berada persis di samping rumah miliknya.

“Angin puting beliung tersebut bertiup dari selatan menuju utara, bahkan usai angin puting beliung juga sempat terjadi hujan es. Selain merobohkan bangunan angin puting beliung juga membuat atap-atap rumah warga kabur,” terangnya.

Kepala Desa Mandisari Supriyanto mengatakan, bencana tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah, namun pemerintah baru mendata kerusakan dan belum memberi bantuan seperti yang diharapkan korban.

“Kerugian akibat musibah ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, kami sudah meporkan kejadian ini ke pemerintah, semoga saja warga yang menjadi korban bencana alam ini bisa segera mendapatkan bantuan,” harapnya.

Dec 14

Babinkamtibmas Ds Tlogopucang Kec Kandangan Temanggung Brigadir Tri Priyo Susanto SH, Mempelopori berdirinya Perputakaan Desa ( PERPUSDES )

BABIN1

Dukumentasi kegiatan peresmian Pepustakaan Desa ( PERPUSDES ) Desa Binaan Babinkamtibmas Ds Tlogopucang

BABIN2

BRIGADIR TRI PRIYO SUSANTO, SH. Telah menciptakan kemajuan Desa binaanya melalui sumber daya masyarakat terutama remaja remaja yg berada di Desa, dan didukung oleh segenap tokoh masyarakat dan perangkatnya hingga terciptalah perpustakaan yang nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar Desa Tlogopucang. Acara peresmian di buka oleh Camat Kandangan dan dihadiri oleh Muspika dan dari dinas perpustakaan Kab Temanggung, dengan rangkaean kegiatan meliputi Donor darah dari PMI Kab Temanggung serta Lomba melukis yg di ikuti oleh pelajar Taman Kanak kanak dan pelajar SD Yg berada di wilayah Desa Tlogopucang

Dec 14

Operasi Pekat, 34 Pasangan Terjaring Razia

pekat hotel

Kedapatan sedang asik ngamar di Hotel Bukit Asri wilayah Kecamatan Pringsurat, 34 pasangan mesum digelandang petugas Kepolisian Resort (Polres) Temanggung saat razia, Rabu (9/12).

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto mengatakan, 34 pasangan mesum ini digaruk hanya dari satu hotel yakni hotel Bukit Asri di wilayah Kecamatan Pringsurat. Mereka tidak bisa menunjukan bukti sebagai pasangan resmi.

“Tidak hanya di hotel itu saja, semua hotel yang ada di wilayah Temanggung juga kami lakukan razia yang sama,” kata Kapolres.

Menurutnya, pihaknya membagi petugasnya menjadi beberapa pleton untuk melakukan patroli perimbangan di wilayah tapal batas. Patroli dan razia ini dilakukan sebagai perimbaangan dengan daerah tetangga yang sedang melaksanakan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak.

“Kebetulan petugas kami yang sedang melakukan patroli dan razia di wilayah Kecamatan Pringsurat mendapatkan informasi bahwa, di hotel tersebut terdapat hilir mudik pengunjung. Saat di razia ternyata ada 34 pasangan mesum yang sedang asik ngamar,” katanya.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti menambahkan, puluhan jumlah pasangan mesum ini rata-rata berasal dari luar daerah Kabupaten Temanggung. Mereka memanfaatkan waktu luang libur pilkada untuk berduaan dengan masing-masing pasangannya di hotel.

“Ada yang dari Ambarawa, Sukorejo Kendal, Magelang dan beberapa daerah lainnya. Pasangan dari Temanggung hanya sebagian saja,” ujarnya.

Dari hasil pendataan yang dilakukan, ke 34 pasangan mesum ini tidak bisa menunjukan bukti sebagai pasangan resmi, mereka hanya pasangan kencan saja.  Patroli dan razia serupa juga dilakukan di wilayah Kecamatan Bejen, Ngadirejo, Kledung dan beberapa daerah perbatasan lainnya.

“Kepada 34 pasangan ini akan diproses dengan tindak pidana ringan (tipiring), mereka akan didata dan kemudian akan dibina,” terangnya.

Sementara itu salah satu pasangan mesum, EM warga Sukorejo Kabupaten Kendal, mengakui perbuatannya, setelah melakukan pencoblosan di salah satu TPS di daerahnya. Ia diajak teman kencannya untuk pergi berlibur.

“Sudah, tadi pagi sudah mencoblos. Setelah mencoblos saya diajak ke hotel itu sama pacar,” ungkapnya.

Pengakuan serupa juga dilontarkan WR warga Kota Magelang, ia bersama pasangan kencannya yang memang sengaja datang ke hotel itu untuk memadu kasih, setelah melakukan pencoblosan pada pemilihan Walikota Magelang.

“Saya sudah lama pacaran sama pasangan dan sudah tunangan. Kalau tidak di hotel mau dimana lagi mas,” ungkapnya tersenyum.

Dec 14

Antisipasi Peredaran Narkoba, Petugas Razia Kamar Kos

pekat

Tak hanya rutin menggelar operasi yustisi di sejumlah kamar hotel, petugas gabungan, termasuk di dalamnya unsur Koordinasi Kemanan Daerah (KKD) juga semakin gencar menyambangi kamar kos yang tersebar di Kabupaten Temanggung.

Kasi Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP, Cukup Sudaryo mengatakan, hal ini ditempuh dengan pertimbangan bahwa rumah-rumah kos disinyalir kerap dijadikan sebagai ajang pesta miras, narkoba, hingga mesum.

Oleh sebab itulah, akhir-akhir ini pihaknya semakin gencar mengawasi pergerakan di dalamnya, termasuk memeriksa identitas para penghuni kamar. Baik dari kalangan pelajar sekolah hingga karyawan.

“Tak jarang rumah-rumah kos luput dari pantauan pemilik usaha, oleh sebab itulah kami akan semakin gencar menggelar operasi yustisi, terutama mencegah berkembangnya praktik kumpul kebo,” jelasnya, Kamis (10/12/2015).

Ia mengimbau kepada para pemilik usaha rumah kos agar senantiasa melakukan pengawasan ketat, baik pendataan terhadap calon penghuni maupun aktifitas mereka selama tinggal di dalam kamar, termasuk siapa saja tamu yang datang.

Cukup juga meminta agar warga terus mengawasi kegiatan di sekitar rumah kos agar penyimpangan sosial yang dapat meresahkan masyarakat, hingga awal mula tindak kriminal dapat dicegah sedini mungkin.

“Penghuni kamar kos kan biasanya para pendatang, jadi pemilik kos dan warga setempat sudah selayaknya melakukan pengawasan kalau perlu dibuatkan aturan lingkungan seperti batas jam berkunjung tamu,” imbuhnya.

Di sisi lain, kegiatan menyimpamg di kamar kos ternyata bukan omong kosong belaka. Pasalnya, petugas dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung kerap mendapati para pemakai barang haram saat razia kamar kos dadakan digelar.

“Langkah pemberantasan ini semata-mata untuk mencegah adanya pesta miras dan narkoba di dalam kamar kos. Tentunya dengan mekanisme awal, yakni tes urin sebagai pembuktian penghuni kamar pemakai atau bukan,” tandas Kepala BNKK Temanggung, Istantiono.

Dec 14

Anggota Polres Temanggung Jalani Tes Psikologi

123

Sebanyak 60 personel Kepolisian Resor Temanggung mengikuti tes psikologi tentang uji kelayakan memegang senjata api di Graha Bhumi Phala Komplek Setda Pemkab Temanggung, Kamis (03/12/2015).

Kepala Bagian Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti, Kamis (3/12) mengatakan tes psikologi digelar rutin oleh Bagian Sumber Daya (Sumda) Polres Temanggung dan bekerja sama dengan Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia Kepolisian Daerah Jawa Tengah tersebut, juga guna memperpanjang izin memegang senjata api. “Tes psikologi uji kelayakan memegang senjata api merupakan prosedur tetap bagi seluruh anggota Polri sebelum memegang senjata atau memperpanjang surat ijinnya,” katanya.

Dikemukakan melalui tes tersebut dapat diketahui seberapa tingkat psikologi personel Polri, dan berdasar hasil itu apakah layak atau tidak layak dalam memegang senjata api.

Polisi yang sebelumnya pegang senjata, jika pada tes ini dinyatakan gagal maka, senjatanya bisa ditarik untuk kemudian dialihkan pada anggota yang layak. ” Kami inginkan agar senjata api yang dipegang personel digunakan sebagaimana mestinya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” katanya
(Humas Res Temanggung)